<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3870349260612021666</id><updated>2011-11-01T00:05:24.123-07:00</updated><title type='text'>CINTAKU DALAM KAEDAH FISIKA</title><subtitle type='html'>"Kau mencintaiku sprt bunga mencintai titah tuhannya, tak prnh lelah menebar mekar aroma bahagia, tak pernah lelah meneduhkan gelisah nyala,
Kau mencintaiku sprt matahari mencintai titah tuhannya,tak prnh lelah membagi cerah cahaya, tak pernah lelah menghangatkan jiwa".</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ajis-fisika.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3870349260612021666/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajis-fisika.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>AZIZ FISIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12301002775813398367</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/TDnmRxLfiOI/AAAAAAAAAHo/CAeLxvlLVpY/S220/aziz.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3870349260612021666.post-5782776329154615570</id><published>2010-07-21T04:40:00.000-07:00</published><updated>2010-07-21T04:45:00.332-07:00</updated><title type='text'>Hukum Pemantulan Cahaya</title><content type='html'>&lt;table class="normalTxt5" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                          &lt;td width="13" height="100%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td align="left" valign="top"&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;                            Pada akhir kegiatan, diharapkan Anda dapat : &lt;br /&gt;                            menyebutkan sifat cahaya yang memungkinkan  manusia                              normal dapat melihat benda-benda,  mendefinisikan pemantulan                              baur dengan benar,mendefinisikan pemantulan  teratur                              dengan benar,menyebutkan akibat pemantulan  baur bagi                              penglihatan,menyebutkan akibat pemantulan  teratur                              bagi penglihatan,menyebutkan Hukum  Pemantulan dengan                              benar dan menentukan besar sudut yang  dibentuk oleh                              sinar datang dan sinar pantul bila sudut  datang sinar                              pada permukaan cermin diketahui.                           &lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Uraian&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Pernahkah Anda bertanya, mengapa kita dapat  melihat                              benda-benda? Ya, jawabnya karena ada cahaya  dari benda                              ke mata kita, entah cahaya itu memang  berasal dari                              benda tersebut, entah karena benda itu  memantulkan                              cahaya yang datang kepadanya lalu mengenai  mata kita.                              Jadi, gejala melihat erat kaitannya dengan  keberadaan                              cahaya atau sinar. &lt;/p&gt;                           &lt;p align="center"&gt;                              &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="200" height="250"&gt;                               &lt;param name="movie" value="images/fisika1a.swf"&gt;                               &lt;param name="quality" value="high"&gt;                               &lt;embed src="http://pustaka.ictsleman.net/pengetahuan/onnet2/content2/images/fisika1a.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="200" height="250"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;                           &lt;/p&gt;                           &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Gambar 1 &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Cahaya dipantulkan oleh benda ke segala  arah. Kita                              dapat melihat seekor kucing karena sebagian  cahaya                              yang dipantulkan oleh kucing mengenai mata.  (gambar                              boleh dimodifikasi, tambah mata dan wajah) &lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Ada pendapat yang mengatakan, terdapat  perbedaan                              antara cahaya dan sinar. Cahaya berkaitan  dengan gejala                              melihat (cahaya tampak), sedangkan istilah  sinar meliputi                              cahaya tampak dan cahaya tak tampak seperti  sinar                              X dan sinar gamma. Dalam uraian ini,  keduanya dapat                              digunakan untuk menyatakan maksud yang sama,  yaitu                              meliputi cahaya tampak dan cahaya tak  tampak.&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah Cahaya itu?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Cahaya menurut Newton (1642-1727) terdiri  dari partikel-partilkel                              ringan berukuran sangat kecil yang  dipancarkan oleh                              sumbernya ke segala arah dengan kecepatan  yang sangat                              tinggi. Sementara menurut Huygens  (1629-1695), cahaya                              adalah gelombang seperti bunyi. Perbedaan  antara keduanya                              hanya pada frekuewensi dan panjang gelombang  saja.&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Dua pendapat di atas sepertinya saling  bertentangan.                              Sebab tak mungkin cahaya bersifat partikel  sekaligus                              sebagai partikel. Pasti salah satunya benar  atau kedua-duanya                              salah, yang pasti masing-masing pendapat di  atas memiliki                              kelebihan dan kekurangan.&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Pada zaman Newton dan Huygens hidup,  orang-orang                              beranggapan bahwa gelombang yang merambat  pasti membutuhkan                              medium. Padahal ruang antara bintang-bintang  dan planet-planet                              merupakan ruang hampa (vakum) sehingga  menimbulkan                              pertanyaan apakah yang menjadi medium rambat  cahaya                              matahari sampai ke bumi jika cahaya  merupakan gelombang                              seperti yang dikatakan Huygens. Inilah  kritik orang                              terhadap pendapat Huygens. Kritik ini  dijawab oleh                              Huygens dengan memperkenalkan zat hipotetik  (dugaan)                              bernama eter. Zat ini sangat ringan, tembus  pandang                              dan memenuhi seluruh alam semesta. Eter  membuat cahaya                              yang berasal dari bintang-bintang sampai ke  bumi.&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Dalam dunia ilmu pengetahuan kebenaran akan  sangat                              di tentukan oleh uji eksperimen. Pendapat  yang tidak                              tahan uji eksperimen akan ditolak oleh para  ilmuwan                              sebagai teori yang benar. Sebaiknya pendapat  yang                              didukung oleh hasil-hasil eksperimen dan  meramalkan                              gejala-gejala alam.&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Walaupun keberadaan eter belum dapat  dipastikan di                              dekade awal Abad 20, berbagai eksperimen  yang dilakukan                              oleh para ilmuwan seperti Thomas Young  (1773-1829)                              dan Agustin Fresnell (1788-1827) berhasil  membuktikan                              bahwa cahaya dapat melentur (difraksi) dan  berinterferensi.                              Gejala alam yang khas merupakan sifat dasar  gelombang                              bukan partikel. Percobaan yang dilakukan  oleh Jeans                              Leon Foulcoult (1819-1868) menyimpulkan  bahwa cepat                              rambat cahaya dalam air lebih rendah  dibandingkan                              kecepatannya di udara. Padahal Newton  denganteori                              emisi partikelnya meramalkan kebaikannya.  Selanjutnya                              Maxwell (1831-1874) mengemukakan pendapatnya  bahwa                              cahaya dibangkitkan oleh gejala kelistrikkan  dan kemagnetan                              sehingga tergolong gelombang elektomagnetik.  Sesuatu                              yang yang berbeda dengan gelombang bunyi  yang tergolong                              gelombang mekanik. Gelombang elekromagnetik  dapat                              merambat dengan atau tanpa medium dan  kecepatan rambatnyapun                              amat tinggi bila dibandingkan dengan  gelombang bunyi.                              Gelombang elekromagnetik merambat dengan  kecepatan                              300.000 km/s. Kebenaran pendapat Maxwell tak  terbantahkan                              ketika Hertz (1857-1894) berhasil  membuktikan secara                              eksperimental yang disusun dengan  penemuan-penemuan                              berbagai gelombang yang tergolong gelombang  elekromagnetik                              seperti sinar x, sinar gamma, gelombang  mikro RADAR                              dan sebagainya.&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Dewasa ini pandangan bahwa cahaya merupakan  gelombang                              elektomagnetik umum diterima oleh kalangan  ilmuwan,                              walaupun hasil eksperimen Michelson dan  Morley di                              tahun 1905 gagal membuktikan keberadaan eter  seperti                              yang di sangkakan keberadaan oleh Huygen dan  Maxwell.&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Di sisi lain pendapat Newton tentang cahaya  menjadi                              partikel tiba-tiba menjadi polpuler kembali  setelah                              lebih dari 300 tahun tenggelam di bawah  populeritas                              pendapat Huygens. Dua fisikawan pemenang  hadiah Nobel                              Max Plack (1858-1947) dan Albert Einstein  mengemukan                              teori mereka tentang foton&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Berdasarkan hasil penelitian tentang  sifat-sifat                              termodinamika radiasi benda hitam, Planck  menyimpulkan                              bahwa cahaya di pancarkan dalam  bentuk-bentuk partikel                              kecil yang disebut kuanta. Gagasan Planck  ini kemudian                              berkembang menjadi teori baru dalam fisika  yang disebut                              teori Kuantum. Dengan teori ini, Einstein  berhasil                              menjelaskan peristiwa yang dikenal dengan  nama efek                              foto listrik, yakni pemancaran elekton dari  permukaan                              logam karena lagam tersebut di sinari  cahaya.&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Jadi dalam kondisi tertentu cahaya  menunjukkan sifat                              sebagai gelombang dan dalam kondisi lain  menunjukkan                              sifat sebagai partikel. Hal ini di sebut  sebagai dualisme                              cahaya. Apa yang di ceritakan diatas akan  anda pelajari                              lebih jauh dalam modul - modul pembelajaran  fisika                              selanjutnya khususnya bila Anda mengambil  jurusan                              IPA. &lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Optika geometrik &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Cabang fisika yang mempelajari cahaya yang  meliputi                              bagaimana terjadinya cahaya, bagaiamana  perambatannya,                              bagaimana pengukurannya dan bagaimana  sifat-sifat                              cahaya dikenal dengan nama Optika . Dari  sini kita                              kemudian mengenal kata optik yang berkaitan  dengan                              kacamata sebagai alat bantu penglihatan.  Optika dibedakan                              atas optika geometri dan optika fisik . &lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Pada optika geometri – seperti telah  dikatakan                              pada pendahuluan modul ini – dipelajari  sifat-sifat                              cahaya dengan menggunakan alat-alat yang  ukurannya                              relatif lebih besar dibandingkan dengan  panjang gelombang                              cahaya. Sedangkan pada optika fisik cahaya  dipelajari                              dengan menggunakan alat-alat yang ukurannya  relatif                              sama atau lebih kecil dibanding panjang  gelombang                              cahaya sendiri. Modul ini hanya membahas  optika geometri                              sebab optika fisik baru akan dipelajari di  kelas tiga                              jurusan IPA. &lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Berkas cahaya &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Di kelas satu telah dijelaskan bahwa cahaya  adalah                              gelombang, tepatnya gelombang  elektromagnetik. Ciri                              utama dari gelombang adalah bahwa ia tak  pernah diam,                              sebaliknya cahaya selalu bergerak.  Benda-benda yang                              sangat panas seperti matahari dan filamen  lampu listrik                              memancarkan cahaya mereka sendiri. Begitu  juga cahaya                              lilin atau cahaya pada layar televisi yang  dibangkitkan                              oleh tumbukan antara elektron berkecepatan  tinggi                              dengan zat yang dapat berfluoresensi  (berpendar) yang                              terdapat pada layar televisi. Mereka  merupakan sumber                              cahaya. Benda seperti bulan bukanlah sumber  cahaya,                              ia hanya memantulkan cahaya yang diterimanya  dari                              matahari. Jadi selain dipancarkan cahaya  dapat dipantulkan.                            &lt;/p&gt;                           &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://pustaka.ictsleman.net/pengetahuan/onnet2/content2/images/fisika1b.jpg" width="296" height="184" /&gt;                           &lt;/p&gt;                           &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Gambar 2 &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Benda-benda di dalam sebuah ruangan.  Manakah benda                              yang merupakan sumber cahaya dan manakah  benda yang                              merupakan pemantul cahaya? &lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Cahaya merambat lurus seperti yang dapat  kita lihat                              pada cahaya yang keluar dari sebuah lampu  teater di                              ruangan yang gelap atau Laser yang melintasi  asap                              atau debu. Oleh karenanya cahaya yang  merambat digambarkan                              sebagai garis lurus berarah yang disebut  sinar cahaya                              , sedangkan berkas cahaya terdiri dari  beberapa garis                              berarah seperti pada Gambar 3. Berkas cahaya  bisa                              paralel, divergen (menyebar) atau konvergen  (mengumpul).                            &lt;/p&gt;                           &lt;p align="center"&gt;                             &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="300" height="170"&gt;                               &lt;param name="movie" value="images/fisika1c.swf"&gt;                               &lt;param name="quality" value="high"&gt;                               &lt;embed src="http://pustaka.ictsleman.net/pengetahuan/onnet2/content2/images/fisika1c.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="170"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;                           &lt;/p&gt;                           &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Gambar 3&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Cahaya merambat dalam garis lurus yang  disebut sinar                              cahaya sedangkan berkas cahaya digambarkan  dengan                              beberapa garis berarah &lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pemantulan Biasa dan Pemantulan  Baur &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Pada permukaan benda yang rata seperti  cermin datar,                              cahaya dipantulkan membentuk suatu pola yang  teratur.                              Sinar-sinar sejajar yang datang pada  permukaan cermin                              dipantulkan sebagai sinar-sinar sejajar  pula. Akibatnya                              cermin dapat membentuk bayangan benda.  Pemantulan                              semacam ini disebut pemantulan teratur atau  pemantulan                              biasa . &lt;/p&gt;                           &lt;p align="center"&gt;                              &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="300" height="200"&gt;                               &lt;param name="movie" value="images/fisika1d.swf"&gt;                               &lt;param name="quality" value="high"&gt;                               &lt;embed src="http://pustaka.ictsleman.net/pengetahuan/onnet2/content2/images/fisika1d.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="200"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;                           &lt;/p&gt;                           &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Gambar 4 &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;                            Pemantulan biasa pada cermin membentuk  bayangan benda                              &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pemantulan Baur &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Berbeda dengan benda yang memiliki  permukaan rata,                              pada saat cahaya mengenai suatu permukaan  yang tidak                              rata, maka sinar-sinar sejajar yang datang  pada permukaan                              tersebut dipantulkan tidak sebagai  sinar-sinar sejajar.                              Gambar 5 memperlihatkan bagaimana  sinar-sinar yang                              datang ke permukaan kayu dipantulkan ke  berbagai arah                              sehingga kita dapat melihat kayu ini pada  posisi A,                              B dan C. Perhatikan bahwa sinar-sinar yang  datang                              ke permukaan kayu merupakan sinar-sinar yang  sejajar,                              namun sinar-sinar pantulnya tidak.  Pemantulan seperti                              ini disebut pemantulan baur .&lt;/p&gt;                           &lt;p align="center"&gt;                             &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="300" height="150"&gt;                               &lt;param name="movie" value="images/fisika1e.swf"&gt;                               &lt;param name="quality" value="high"&gt;                               &lt;embed src="http://pustaka.ictsleman.net/pengetahuan/onnet2/content2/images/fisika1e.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="150"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;                           &lt;/p&gt;                           &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Gambar 5&lt;br /&gt;                            &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Pemantulan baur pada  permukaan bidang                              yang tidak rata &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Akibat pemantulan baur ini kita dapat  melihat benda                              dari berbagai arah. Misalnya pada kain atau  kertas                              yang disinari lampu sorot di dalam ruang  gelap kita                              dapat melihat apa yang ada pada kain atau  kertas tersebut                              dari berbagai arah. Pemantulan baur yang  dilakukan                              oleh partikel-partikel debu di udara yang  berperan                              dalam mengurangi kesilauan sinar matahari. &lt;/p&gt;                           &lt;p align="center"&gt;                             &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="400" height="250"&gt;                               &lt;param name="movie" value="images/fisika1f.swf"&gt;                               &lt;param name="quality" value="high"&gt;                               &lt;embed src="http://pustaka.ictsleman.net/pengetahuan/onnet2/content2/images/fisika1f.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="400" height="250"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;                           &lt;/p&gt;                           &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Gambar 6&lt;br /&gt;                            &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Pemantulan cahaya lampu  mobil di                              malam hari (a) jalanan kering dan kasar (b)  jalanan                              basah karena hujan. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Pemantulan baur juga sangat membantu  pengemudi mobil                              saat malam hari yang gelap. Pada saat  jalanan kering                              di malam yang gelap sinar lampu mobil akan  dipantulkan                              ke segala arah oleh permukaan jalanan yang  tidak rata                              ke segala arah termasuk ke mata pengemudi  sehingga                              jalanan terlihat terang (Gambar 6.a). Namun  saat jalanan                              basah karena hujan, permukaan jalanan  menjadi rata                              sehingga sinar lampu mobil hanya dipantulkan  ke arah                              tentu saja, yakni ke arah depan jalanan  sehingga pengemudi                              mengalami kesulitan karena tidak dapat  melihat jalanan                              di depannya dengan baik seperti  diperlihatkan Gambar                              6.b. &lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hukum Pemantulan Cahaya &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Pada saat sinar mendatangi permukaan cermin  datar,                              cahaya akan dipantulkan seperti pada Gambar  7. Garis                              yang tegak lurus bidang pantul disebut garis  normal                              . Pengukuran sudut datang dan sudut pantul  dimulai                              dari garis ini. Sudut datang (i) adalah  sudut yang                              dibentuk oleh garis normal (1) dan sinar  datang (2),                              sedangkan sudut pantul (r) adalah sudut yang  dibentuk                              oleh garis normal (1) dan sinar pantul (3).&lt;/p&gt;                           &lt;p align="center"&gt;                              &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="250" height="250"&gt;                               &lt;param name="movie" value="images/fisika1g.swf"&gt;                               &lt;param name="quality" value="high"&gt;                               &lt;embed src="http://pustaka.ictsleman.net/pengetahuan/onnet2/content2/images/fisika1g.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="250" height="250"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;                            &lt;br /&gt;                            &lt;strong&gt;Gambar 7&lt;br /&gt;                            Pemantulan cahaya: Sudut datang sama dengan  sudut                              pantul.&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Berdasarkan pengamatan dan pengukuran  didapatkan                              bahwa: &lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;sinar datang, sinar pantul dan garis normal  terletak                              pada bidang yang sama; dan&lt;br /&gt;                            besar sudut datang (i) sama dengan besar  sudut pantul                              (r).&lt;br /&gt;                            Dua pernyataan di atas dikenal sebagai hukum  pemantulan                              cahaya . &lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Contoh:&lt;br /&gt;                            Pada gambar di bawah sudut manakah yang  merupakan                              sudut datang dan yang manakah sudut pantul? &lt;/p&gt;                           &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://pustaka.ictsleman.net/pengetahuan/onnet2/content2/images/fisika1h.jpg" width="293" height="149" /&gt;&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penyelesaian: &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Garis (2) pada gambar di atas melukiskan  sinar datang                              ke permukaan cermin sedangkan garis (1)  adalah garis                              normal. Sudut datang adalah sudut yang  dibentuk oleh                              sinar datang dan garis normal. Jadi sudut  datang adalah                              c, sedangkan sudut pantul dibentuk oleh  garis normal                              (1) dan sinar pantul (3) dan besarnya sama  dengan                              sudut datang. Pada gambar sudut pantul  adalah b. &lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Contoh lain dan uraian lebih mendalam  tentang pemantulan                              cahaya ini akan dibahas pada kegiatan  selanjutnya.                              Sekadar untuk mendapat gambaran awal tentang  peristiwa                              pemantulan cahaya, uraian di atas dirasa  cukup memadai.                            &lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Hal yang perlu Anda pahami adalah pertama,  proses                              melihat pada manusia erat kaitannya dengan  gejala                              pemantulan cahaya. &lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Kedua, ada dua jenis pantulan cahaya yaitu  pemantulan                              baur dan pemantulan biasa. Pemantulan baur  dihasilkan                              oleh permukaan pantul yang tidak rata  (kasar), pemantulan                              baur memungkinkan kita melihat benda yang  disinari                              dari berbagai arah, sementara pemantulan  biasa menyebabkan                              terbentuknya bayangan benda yang hanya dapat  dilihat                              pada arah tertentu saja. Pemantulan teratur  terjadi                              pada permukaan yang rata seperti pada  cermin. &lt;/p&gt;                           &lt;p&gt;Ketiga, pada peristiwa pemantulan biasa  sinar datang,                              garis normal dan sinar pantul terletak pada  satu bidang                              yang sama serta sudut datang sama dengan  sudut pantul.                            &lt;/p&gt;                           &lt;/td&gt;                       &lt;td width="11"&gt; &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3870349260612021666-5782776329154615570?l=ajis-fisika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajis-fisika.blogspot.com/feeds/5782776329154615570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajis-fisika.blogspot.com/2010/07/hukum-pemantulan-cahaya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3870349260612021666/posts/default/5782776329154615570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3870349260612021666/posts/default/5782776329154615570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajis-fisika.blogspot.com/2010/07/hukum-pemantulan-cahaya.html' title='Hukum Pemantulan Cahaya'/><author><name>AZIZ FISIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12301002775813398367</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/TDnmRxLfiOI/AAAAAAAAAHo/CAeLxvlLVpY/S220/aziz.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3870349260612021666.post-3468898491843264091</id><published>2010-05-09T08:50:00.000-07:00</published><updated>2010-05-09T08:55:09.768-07:00</updated><title type='text'>Cowok Paling Ganteng di Fisika.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/S-baN4CvxeI/AAAAAAAAAHI/cQ3b-O5UPbQ/s1600/10042010021.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/S-baN4CvxeI/AAAAAAAAAHI/cQ3b-O5UPbQ/s320/10042010021.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469298729405105634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kalo cowok ganteng pendiam&lt;br /&gt;cewek2 bilang: woow, cool banget...&lt;br /&gt;kalo cowok jelek pendiam&lt;br /&gt;cewek2 bilang: ih kuper...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; kalo cowok ganteng jomblo&lt;br /&gt;cewek2 bilang: pasti dia perfeksionis&lt;br /&gt;kalo cowok jelek jomblo&lt;br /&gt;cewek2 bilang: sudah jelas...kagak laku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng berbuat jahat&lt;br /&gt;cewek2 bilang: nobody's perfect&lt;br /&gt;kalo cowok jelek berbuat jahat&lt;br /&gt;cewek2 bilang: pantes...tampangnya kriminal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng nolongin cewe yang diganggu preman&lt;br /&gt;cewek2 bilang: wuih jantan...kayak di filem2&lt;br /&gt;kalo cowok jelek nolongin cewe yang diganggu preman&lt;br /&gt;cewek2 bilang: pasti premannya temennya dia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng dapet cewek cantik&lt;br /&gt;cewek2 bilang: klop...serasi banget...&lt;br /&gt;kalo cowok jelek dapet cewek cantik&lt;br /&gt;cewek2 bilang: pasti main dukun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng diputusin cewek&lt;br /&gt;cewek2 bilang: jangan sedih, khan masih ada aku...&lt;br /&gt;kalo cowok jelek diputusin cewek&lt;br /&gt;cewek2 bilang:...(terdiam, tapi telunjuknya meliuk-liuk dari atas ke  bawah)...kaciaaan deh lo.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng ngaku indo&lt;br /&gt;cewek2 bilang: emang mirip-mirip bule sih...&lt;br /&gt;kalo cowok jelek ngaku indo&lt;br /&gt;cewek2 bilang: pasti ibunya Jawa bapaknya robot...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng penyayang binatang&lt;br /&gt;cewek2 bilang: perasaannya halus... penuh cinta kasih&lt;br /&gt;kalo cowok jelek penyayang binatang&lt;br /&gt;cewek2 bilang: sesama keluarga emang harus menyayangi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng bawa BMW&lt;br /&gt;cewek2 bilang: matching...keren luar dalem&lt;br /&gt;kalo cowok jelek bawa BMW&lt;br /&gt;cewek2 bilang: mas majikannya mana?...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng males difoto&lt;br /&gt;cewek2 bilang: pasti takut fotonya kesebar-sebar&lt;br /&gt;kalo cowok jelek males difoto&lt;br /&gt;cewek2 bilang: nggak tega ngeliat hasil cetakannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng naek motor gede&lt;br /&gt;cewek2 bilang: wah kayak lorenzo lamas... bikin lemas...&lt;br /&gt;kalo cowok jelek naek motor gede&lt;br /&gt;cewek2 bilang: awas!!! mandragade lewat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng nuangin air ke gelas cewek&lt;br /&gt;cewek2 bilang: ini baru cowok gentlemen&lt;br /&gt;kalo cowok jelek nuangin air ke gelas cewek&lt;br /&gt;cewek2 bilang: naluri pembantu, emang gitu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng bersedih hati&lt;br /&gt;cewek2 bilang: let me be your shoulder to cry on&lt;br /&gt;kalo cowok2 jelek bersedih hati&lt;br /&gt;cewek2 bilang: cengeng amat!!...laki- laki bukan sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo cowok ganteng baca tulisan ini&lt;br /&gt;langsung ngaca sambil senyum2 kecil, lalu&lt;br /&gt;berkata "life is beautifull"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok jelek baca tulisan ini,&lt;br /&gt;Frustasi, ngambil tali jemuran, trus triak sekeras-kerasnya&lt;br /&gt;"HIDUP INI KEJAAAAMMM BANGEEET....!!!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3870349260612021666-3468898491843264091?l=ajis-fisika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajis-fisika.blogspot.com/feeds/3468898491843264091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajis-fisika.blogspot.com/2010/05/cowok-paling-ganteng-di-fisika.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3870349260612021666/posts/default/3468898491843264091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3870349260612021666/posts/default/3468898491843264091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajis-fisika.blogspot.com/2010/05/cowok-paling-ganteng-di-fisika.html' title='Cowok Paling Ganteng di Fisika.'/><author><name>AZIZ FISIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12301002775813398367</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/TDnmRxLfiOI/AAAAAAAAAHo/CAeLxvlLVpY/S220/aziz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/S-baN4CvxeI/AAAAAAAAAHI/cQ3b-O5UPbQ/s72-c/10042010021.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3870349260612021666.post-5988064263864337058</id><published>2010-05-04T20:54:00.001-07:00</published><updated>2010-05-04T21:04:25.716-07:00</updated><title type='text'>Bapak Drs. Hamdi sedang mempesijuek mahasiwa baru fisika dan sarjana tahun 2009/2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/S-DuPLYZ3FI/AAAAAAAAAG4/TUJ3aU1k5VQ/s1600/Foto0065.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/S-DuPLYZ3FI/AAAAAAAAAG4/TUJ3aU1k5VQ/s320/Foto0065.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467631892148378706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/S-DuAQjmV6I/AAAAAAAAAGw/GOo9jHPB9eg/s1600/Foto0066.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/S-DuAQjmV6I/AAAAAAAAAGw/GOo9jHPB9eg/s320/Foto0066.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467631635839473570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/S-DtaXlX4QI/AAAAAAAAAGg/wJqHlRysbYE/s1600/Foto0063.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/S-DtaXlX4QI/AAAAAAAAAGg/wJqHlRysbYE/s320/Foto0063.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467630984890933506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/S-Dsrl7-kdI/AAAAAAAAAGY/Eiya-b8hfvk/s1600/Foto0062.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 244px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/S-Dsrl7-kdI/AAAAAAAAAGY/Eiya-b8hfvk/s320/Foto0062.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467630181289988562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3870349260612021666-5988064263864337058?l=ajis-fisika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajis-fisika.blogspot.com/feeds/5988064263864337058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajis-fisika.blogspot.com/2010/05/bapak-drs-hamdi-sedang-mempesijuek_04.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3870349260612021666/posts/default/5988064263864337058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3870349260612021666/posts/default/5988064263864337058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajis-fisika.blogspot.com/2010/05/bapak-drs-hamdi-sedang-mempesijuek_04.html' title='Bapak Drs. Hamdi sedang mempesijuek mahasiwa baru fisika dan sarjana tahun 2009/2010'/><author><name>AZIZ FISIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12301002775813398367</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/TDnmRxLfiOI/AAAAAAAAAHo/CAeLxvlLVpY/S220/aziz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/S-DuPLYZ3FI/AAAAAAAAAG4/TUJ3aU1k5VQ/s72-c/Foto0065.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3870349260612021666.post-3697024582605177397</id><published>2010-05-04T20:46:00.001-07:00</published><updated>2010-05-07T09:28:47.961-07:00</updated><title type='text'>Ku Mencari Cinta yang Hilang</title><content type='html'>&lt;a style="font-style: italic; font-weight: bold;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/S-DqRdquYmI/AAAAAAAAAGA/tI-TXttuoWI/s1600/Foto0761.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/S-DqRdquYmI/AAAAAAAAAGA/tI-TXttuoWI/s320/Foto0761.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467627533370286690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Kesibukan  telah menenggelamkanku..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Rutinitas telah menghanyutkan  kegembiraanku..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Kerjaan yang tiap hari aku lakukan telah menutupi  mataku..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Kebutuhan makan dan minum telah membuat tuli telingaku..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Kesuksesan  dunia telah menutupi rasaku...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Ada sesuatu yang hilang...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Ada  sesuatu yang kurindu..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Ada sesuatu yang ingin kutemui...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Dimanakah  Engkau ??? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Rasa gembira ketika awal bertemu denganmu ??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Rasa  gemetar ketika awal berjalan denganmu ??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Rasa ingin terus ketemu ketika hari sudah  berpadu ??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Rasa rindu ketika pikir tak lagi mengeluarkan lagu merdu ??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Dimanakah   Engkau ??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Tak  kulihat Engkau disekelilingku...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Kucari   Engkau di mana-mana..tapi tak  kutemukan juga..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Dimanakah  Engkau ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Adakah  kini Engkau disampingku ??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Ataukah Engkau di depanku ??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Ataukah  Engkau ada di atasku ??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Ataukah Engkau ada di sekelilingku ??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Adakah  kulihat Engkau ??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Adakah di sana Engkau ??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Adakah itu  Engkau ??&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Engkaukah ini ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Lalu  dimanakah aku ???&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3870349260612021666-3697024582605177397?l=ajis-fisika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajis-fisika.blogspot.com/feeds/3697024582605177397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajis-fisika.blogspot.com/2010/05/ku-mencari-cinta-yang-hilang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3870349260612021666/posts/default/3697024582605177397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3870349260612021666/posts/default/3697024582605177397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajis-fisika.blogspot.com/2010/05/ku-mencari-cinta-yang-hilang.html' title='Ku Mencari Cinta yang Hilang'/><author><name>AZIZ FISIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12301002775813398367</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/TDnmRxLfiOI/AAAAAAAAAHo/CAeLxvlLVpY/S220/aziz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/S-DqRdquYmI/AAAAAAAAAGA/tI-TXttuoWI/s72-c/Foto0761.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3870349260612021666.post-6981612162620418920</id><published>2010-05-04T19:38:00.004-07:00</published><updated>2010-05-04T21:11:41.765-07:00</updated><title type='text'>Indahnya Hidup Bila hati yang Bicara</title><content type='html'>&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: arial; color: rgb(0, 0, 0);" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-language:EN-US;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kenapa kita menutup mata ketika kita menangis,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kenapa kita menutup mata ketika kita membayangkan sesuatu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kenapa kita menutup mata ketika kita berciuman,,?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hal-hal yang terindah di dunia ini biasanya tidak terlihat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan dan ada orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tapi ingatlah, melepaskan bukan berarti akhir dari dunia melainkan awal dari kehidupan yang baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah mencari dan telah mencoba,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Cinta adalah ketika kamu menitikkan airmata, tetapi masih peduli terhadapnya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Cinta adalah ketika dia tidak mempedulikan mu, kamu masih menunggunya dengan setia,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Cinta adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih tersenyum sambil berkata, “Aku turut berbahagia untukmu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Apabila cintamu tidak berhasil, bebaskanlah dirimu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Biarkanlah hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ingatlah, kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tetapi saat cinta itu dimatikan, kamu tidak perlu mati bersamanya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Orang yang terkuat bukanlah orang yang selalu menang dalam segala hal,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Tetapi mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Entah bagaimana, dalam perjalanan kehidupanmu, kamu akan belajar tentang dirimu sendiri dan suatu saat kamu akan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada dalam hidupmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Hanyalah penghargaan abadi atas pilihan –pilihan kehidupan yang telah kau buat yang seharusnya ada dalam hidupmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sahabat sejati akan mengerti ketika kamu berkata “aku lupa”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sahabat sejati akan tetap setia menunggu ketika kamu berkata “tunggu sebentar”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sahabat sejati hatinya akan tetap tinggal, terikat kepadamu ketika kamu berkata “tinggalakan aku sendiri” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Mungkin dia akan pergi meninggalkanmu sesa’at, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;memberimu waktu untuk menenangkan dirimu sendiri,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Tetapi pada sa’at-sa’at itu hatinya tidak akan pernah meninggalkanmu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;dan suatu dia jauh darimu, dia akan selalu mendo’akanmu dengan air mata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Lebih bercahaya mencucurkan airmata di dalam hati dari pada air mata dari kita sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Air mata yang keluar dari mata kita dapat di hapus, sementara airmata yang tersembunyi akan menggoreskan luka di dalam hatimu yang bekasnya tidak akan pernah hilang.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Walaupun dalam urusan cinta kita sangat jarang menang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tetapi ketika cinta itu tulus,,,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Meskipun mungkin kelihatannya kamu kalah, tetapi sebenarnya kamu menang karena kamu dapat berbahagia sewaktu kamu dapat mencintai seseorang lebih dari kamu mencintai diri kamu sendiri…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Akan tiba sa’atnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita atau kerena tidak mempedulikan kita, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Melainkan sa’at kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Tetapi apabila, kamu benar-benar mencintai seseorang,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Jangan dengan mudah untuk melepaskannya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Berjuanglah demi cintamu…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Fight for your dream !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Itulah cinta sejati,,,,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Lebih baik menunggu orang yang benar-benar kamu inginkan dari pada berjalan bersama orang yang tersedia,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai dari pada orang yang berada di sekelilingmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lebih baik menunggu orang yang tepat, karena hidup ini begitu berharga dan terlalu singkat untuk di buang dengan hanya seseorang atau untuk di buang dengan orang yang tidak tepat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yag paling menyakiti hatimu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dan kadang kala teman yang membawamu di dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari,,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ucapan yang keluar dari mulut seseorang dapat membangun orang lain tetapi dapat juga menjatuhkannya bila bukan di ucapkan pada orang, waktu dan tempat yang benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ini jelas bukan suatu yang bijaksana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ucapan yang keluar dari mulut seseorang dapat berupa kebenaran ataupun kebohongan untuk menutupi isi hati,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kita dapat mengatakan apa saja dengan mulut kita, tetapi isi hati kita yang sebenarnya tidak akan dapat di pungkiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Apabila kamu hendak mengatakan sesuatu, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Tataplah matamu di cermin dan lihatlah kepada matamu disitu akan terpancar seluruh isi hati kamu dan kebenaran akan dapat dilihat dari sana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3870349260612021666-6981612162620418920?l=ajis-fisika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajis-fisika.blogspot.com/feeds/6981612162620418920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajis-fisika.blogspot.com/2010/05/indahnya-hidup-bila-hati-yang-bicara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3870349260612021666/posts/default/6981612162620418920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3870349260612021666/posts/default/6981612162620418920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajis-fisika.blogspot.com/2010/05/indahnya-hidup-bila-hati-yang-bicara.html' title='Indahnya Hidup Bila hati yang Bicara'/><author><name>AZIZ FISIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12301002775813398367</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/TDnmRxLfiOI/AAAAAAAAAHo/CAeLxvlLVpY/S220/aziz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3870349260612021666.post-3462590882606095905</id><published>2010-03-15T08:27:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T08:32:46.808-07:00</updated><title type='text'>Dosen Ku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/S55Su05sdEI/AAAAAAAAAA8/n6OSH8tyc3s/s1600-h/Foto0185.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 413px; height: 239px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/S55Su05sdEI/AAAAAAAAAA8/n6OSH8tyc3s/s320/Foto0185.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448883563592971330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kekompakan mahasiswa fisika terlihat dari kekompakan yang ditampakkan oleh Dosen&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3870349260612021666-3462590882606095905?l=ajis-fisika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajis-fisika.blogspot.com/feeds/3462590882606095905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajis-fisika.blogspot.com/2010/03/dosen-ku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3870349260612021666/posts/default/3462590882606095905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3870349260612021666/posts/default/3462590882606095905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajis-fisika.blogspot.com/2010/03/dosen-ku.html' title='Dosen Ku'/><author><name>AZIZ FISIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12301002775813398367</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/TDnmRxLfiOI/AAAAAAAAAHo/CAeLxvlLVpY/S220/aziz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/S55Su05sdEI/AAAAAAAAAA8/n6OSH8tyc3s/s72-c/Foto0185.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3870349260612021666.post-497338152922499677</id><published>2009-06-19T22:28:00.003-07:00</published><updated>2009-06-26T21:27:47.027-07:00</updated><title type='text'>Petir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses Terjadinya Petir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Petir terjadi karena adanya perbedaan potensial antara awan dan bumi. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya, sehingga muatan negative akan berkumpul pada salah satu sisi (atas/bawah). Sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar maka akan terjadi pembuangan electron (muatan negative) dari awan ke bumi. Pada proses pembuangan electron ini, media yang dilalui electron adalah udara. Pada saat electron mampu menembus ambang batas isolasi udara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya proses terbentuknya suara ini terjadi secara bersamaan, namun yang biasanya terjadi, guruh terdengar setelah adanya kilatan. Keterlambatan suara guruh itu terjadi karena adnya perbedaan antara kecepatan cahaya ( 3 x 108 m/s ) dengan kecepatan bunyi di udara (340 m/s ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi Energi Listrik pada Peristiwa Petir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ilmu fisika, satu kilatan petir adalah cahaya terang yang terbentuk selama pelepasan listrik di atmosfir saat hujan badai. Petir dapat terjadi saat ketika tegangan listrik pada kedua titik terpisah di atmosfir masih dalam satu awan atau dalam satu permukaan tanah mencapai tingkat tinggi. Kilat petir terjadi dalam bentuk setidaknya dua sambaran. Pada sambaran pertama muatan negative () mangalir dari awan ke permukaan tanah. Ini bukanlah kilatan yang sangat terang, sejumlah kilat percabangan biasanya dapat terlihat menyebar keluar dari jalur kilat utama, ketika samaran pertama ini mencapai permukaan tanah, sebuah muatan berlawanan terbentuk pada titik yang akan di sambarnya dan arus kilat kedua yang bermuatan positif terbentuk dari dalam jalur kilat utama tersebut langsung menuju awan. Dua kilat tersebut biasanya beradu sekitar 50 meter diatas permukaan tanah. Arus pendek terbentuk di titik pertemuan antara awan dan permukaan tanah tersebut dan hasilnya sebuaharus listrik yang sangat terang dan kuat mengalir dari dalam jalur kilat utama itu menuju awan. Perbedaan tegangan pada aliran listrik antara awan dan permukaan tanah ini melebihi beberapa juta volt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi Petir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi petir adalah energi yang dilepaskan oleh sambaran petirlebih besar dari pada yang di hasilkan oleh seluruh pusat pembangkit tenaga listrik di Amerika. Suhu pada jalur dimana petir terbentuk dapat mencapai 10000 C, suhu di dalam tanur untuk meleburkan besi adalah 1050 C dan 1100 C. Panas yang di hasilkan oleh sambaran petir terkecil dapat mencapai 10 kali lipatnya. Panas yang luar biasa ini berarti bahwa petir dapat dengan mudah membakar dan menghancurkan seluruh unsur yang ada di bumi. Perbandingan lainnya suhu permukaan matahari tingginya 700000 C. Dengan kata lain, suhu petir adalah 1/70 dari suhu permukaan matahari. Cahaya yang di keluarkan oleh petir lebih terang daripada cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya 100 watt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah sambaran petir berukuran rata-rata memiliki energi yang dapat menyalakan sebuah bola lampu100 watt selama lebih dari tiga bulan. Sebuah sambaran kilat berukuran rata-rata mengandung kekukatan listrik sebesar 20000 Ampere. Sebuah las menggunakan (250 – 400) Ampere untuk mengelas baja. Kilat bergerak dengan kecepatan 150000 km/s atau setengah kecepatan cahaya dan 100000 kali lipat lebih cepat dari pada kilatan yang terbentuk turun sangat cepat ke bumi dengan kecepatan 98000 km/jam. Sambaran pertama mencapai titik pertemuan atau permukaan bumi dalam waktu 20 milidetik dan sambaran dengan arah berlawanan menuju kea wan dalam tempo 70 mikrodetik. Secara keseluruhan petir berlansung dalam waktu setengah detik. Suara gemuruh yang mengikutinya di sebabkan oleh pemanasan mendadak dari udara di sekitar jalur petir. Akibatnya udara tersebut menuai dengan kecepatan melebihi kecepatan suara, meskipun gelombang kejutnya kembali ke gelombang suara normal dalam rentang beberapa meter. Gelombang suara terbentuk mengikuti udara atmosfir dan bentuk permukaan setelahnya itulah alasan terjadinya guntur. Para peneliti mendapati arus petir negative berkuatan sekitar 379,2 kA (kiloampere) dan petir positif mencapai 441,1 kA. Dengan kekuatan arus sebesar itu, petir mampu meratakan bangunan gedung yang terbuat dari beton sekalipun.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3870349260612021666-497338152922499677?l=ajis-fisika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajis-fisika.blogspot.com/feeds/497338152922499677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajis-fisika.blogspot.com/2009/06/petir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3870349260612021666/posts/default/497338152922499677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3870349260612021666/posts/default/497338152922499677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajis-fisika.blogspot.com/2009/06/petir.html' title='Petir'/><author><name>AZIZ FISIKA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12301002775813398367</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/__7P57-ARCB4/TDnmRxLfiOI/AAAAAAAAAHo/CAeLxvlLVpY/S220/aziz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
